110 Penari Tampil di Pentas Gage Penariku Pacitan, Angkat Budaya Jawa
![]() |
| Sebanyak 110 penari dari jenjang TK hingga SMA/SMK tampil dalam pentas tari Sanggar Gage Penariku Pacitan di kawasan Pasar Sawo. (Foto: Acir Hernowo) |
PACITAN, DAILYPUBLIK.COM - Panggung hiburan di kawasan Pasar Sawo, pusat Kota Pacitan, berubah menjadi ruang pertunjukan seni pada Sabtu malam, 19 September 2026.
Sebanyak 110 penari dari jenjang TK hingga SMA/SMK tampil dalam pentas tari Sanggar Gage Penariku Pacitan bertajuk “Sebuah Perjalanan Tumbuh dalam Gerak dan Makna”.
Pementasan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Bagi para penari, panggung itu menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus kesempatan menunjukkan perkembangan selama mengikuti pembelajaran di sanggar.
110 Penari Bawakan 12 Tari Kreasi
Para penari terbagi dalam 12 kelompok. Mereka membawakan sejumlah tari kreasi yang dikembangkan Sanggar Gage Penariku.
Suasana pentas semakin semarak karena berlangsung di kawasan pusat kota yang ramai pada malam Minggu. Masyarakat yang berada di sekitar Pasar Sawo turut menyaksikan pertunjukan tersebut.
Pendiri sekaligus pengasuh Sanggar Gage Penariku, Ika Hariyani atau Miss Ika, mengatakan pementasan menjadi bentuk pertanggungjawaban sanggar terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani para peserta didik.
“Dengan terselenggaranya pementasan kali ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dari kami Sanggar Gage Penariku, bahwa proses yang sudah dijalani telah menuai hasil dengan pencapaian masing-masing individu,” kata Ika.
Menurutnya, pencapaian para penari tidak terlepas dari semangat mereka selama berlatih serta dukungan orang tua atau wali.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang ikut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Paguyuban IKM Pasar Sawo, FSBP dan ELTE yang sudah mendukung suksesnya acara,” ujarnya.
Dua Dekade Menjaga Tari dan Kearifan Lokal
Pendamping Sanggar Gage Penariku, Heri Purnomo atau Heri Kirun, mengatakan pengembangan kreativitas generasi muda perlu berjalan beriringan dengan pengenalan budaya daerah.
Menurutnya, seni tari dapat menjadi salah satu ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengenal kearifan lokal sejak usia sekolah.
“Oleh karena itu, Sanggar Tari Gage Penariku yang secara konsisten menjaga budaya tari daerah selama dua dekade belakangan ini berupaya untuk melakukan hal tersebut dan menularkannya kepada generasi muda, khususnya usia sekolah mulai tingkat TK sampai sekolah lanjutan,” katanya.
Heri menyebut tingginya minat generasi muda terhadap seni tari terlihat dari jumlah anggota sanggar yang terus bertambah setiap tahun.
Meski kegiatan sanggar berlangsung melalui jalur pendidikan nonformal, antusiasme peserta dinilai tetap tinggi.
“Meskipun secara kegiatan dilalui dengan pola nonformal, namun secara minat pada generasi muda sangat luar biasa. Terbukti dengan membludaknya anggota di setiap tahunnya,” imbuhnya.
Seni Tari dan Potensi Pariwisata Pacitan
Heri berharap pentas seni seperti ini dapat terus digelar untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat, khususnya di bidang tari.
Selain menjaga keberlangsungan budaya daerah, kegiatan seni juga dinilai dapat mendukung geliat pariwisata di Pacitan.
“Dengan harapan kegiatan ini dapat menggugah potensi-potensi bakat, khususnya di bidang tari, dan dapat menjaga marwah budaya daerah atau yang biasa kita kenal dengan kearifan lokal, demi mendukung daerah yang semakin menggeliat untuk berbenah, khususnya di sektor pariwisata,” pungkasnya. (Acr)
Baca Juga:

Posting Komentar