Disdagnaker Dukung Promosi UMKM di Bazar Festival Film Horor Pacitan
PACITAN, DAILYPUBLIK.COM – Festival Film Horor Pacitan 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perfilman, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempromosikan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Festival yang berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 tersebut resmi dibuka oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, pada Rabu (14/10/2026) di kawasan wisata Pantai Pancer Door, Pacitan.
Selain rangkaian kegiatan perfilman, festival ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM yang digelar di Alun-Alun Kota Pacitan.
Bazar tersebut diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM lokal serta organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pacitan. Salah satunya adalah Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) yang turut berpartisipasi dengan membuka stan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan dan Metrologi Disdagnaker Pacitan, Sukanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan bazar UMKM dalam rangka Festival Film Horor Pacitan bertujuan untuk mempromosikan potensi alam dan pariwisata Kabupaten Pacitan.
"Penyelenggaraan bazar UMKM dalam rangka Festival Film Horor di Kabupaten Pacitan bertujuan untuk mempromosikan potensi alam serta pariwisata Pacitan," ungkap Sukanto saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan UMKM melalui promosi serta pemasaran produk unggulan daerah.
"Selain itu, ini juga merupakan upaya mendukung pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui promosi serta pemasaran produk unggulan daerah," terangnya.
Sukanto berharap, kehadiran bazar UMKM dalam rangkaian festival tersebut dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha lokal, terutama dalam meningkatkan omzet penjualan dan memperluas jangkauan pemasaran produk.
"Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan dan pendapatan pelaku UMKM, memperluas jangkauan pemasaran, serta membuka peluang usaha baru dengan memanfaatkan potensi kunjungan masyarakat selama berlangsungnya festival," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara sektor perfilman, pariwisata, ekonomi kreatif, dan perdagangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara sektor perfilman, pariwisata, ekonomi kreatif, dan perdagangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkenalkan potensi produk lokal Kabupaten Pacitan kepada masyarakat luas," pungkas Sukanto.
Melalui penyelenggaraan bazar UMKM ini, Festival Film Horor Pacitan 2026 diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi perkembangan industri perfilman, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dan pengunjung festival.(Acr)
Baca Juga:
Posting Komentar