Baru 13 Tahun, Dhiwa Raffi Berani Adu Keterampilan Meracik Kopi dengan Barista Senior
![]() |
| Dhiwa Raffi, siswa kelas VIII SMPN 2 Pacitan menjadi peserta termuda dalam kompetisi meracik kopi menggunakan metode V60. |
PACITAN, DAILYPUBLIK.COM – Ada yang menarik dalam rangkaian Festival Kopi Pacitan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian (Diskuperin) di halaman Gedung PLUT KUMKM Pacitan.
Di antara puluhan peserta Fun Brewing Competition, sosok remaja berusia 13 tahun mencuri perhatian pengunjung.
Dia adalah Dhiwa Raffi, siswa kelas VIII SMPN 2 Pacitan, yang menjadi peserta termuda dalam kompetisi meracik kopi menggunakan metode V60 tersebut.
Kompetisi ini digelar sebagai wadah untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan peserta dalam menyajikan kopi. Ajang tersebut diikuti 48 peserta, dengan 12 peserta di antaranya berasal dari luar daerah.
Kehadiran Raffi di tengah para barista yang lebih berpengalaman menjadi daya tarik tersendiri.
Meski masih duduk di bangku SMP Kelas 2 SMPN 2 PACITAN, ia berani menunjukkan kemampuannya sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar langsung dari para barista senior.
Saat ditemui awak media dan ditanya mengenai perasaannya mengikuti kompetisi tersebut, Raffi mengaku senang bisa bertemu dengan para barista berpengalaman.
"Perasaan saya senang bisa bertemu barista-barista senior, bisa menambah ilmu dari mereka dan mengembangkan bakat, Mas," ujarnya.
Raffi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada bapak dan ibu guru serta pihak sekolah yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya dapat mengikuti kompetisi tersebut.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru saya serta sekolah yang mendukung saya sehingga bisa mengikuti perlombaan ini," tambahnya.
Sementara itu, Ananta, orang tua Raffi yang turut mendampingi putranya selama kegiatan berlangsung, mengungkapkan bahwa ketertarikan anaknya terhadap dunia peracikan kopi terbilang masih baru.
Menurut Ananta, Raffi mulai menekuni hobi meracik kopi sekitar enam bulan lalu. Adanya Festival Kopi Pacitan pun menjadi kesempatan bagi putranya untuk menyalurkan minat sekaligus menambah pengalaman.
"Ya, Mas, si Raffi itu mulai hobi meracik kopi kira-kira baru enam bulan yang lalu. Nah, kebetulan ada kesempatan ini, dia ikut meramaikan," ungkap Ananta.
Lebih lanjut, Ananta mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pacitan yang telah menyelenggarakan Festival Kopi Pacitan. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas, termasuk di bidang peracikan kopi.
"Saya sebagai orang tua sekaligus masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pacitan yang telah memberi ruang, khususnya bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas, terutama dalam dunia peracikan kopi. Semoga kegiatan ini diselenggarakan secara berkelanjutan," pungkasnya.
Kehadiran Dhiwa Raffi menjadi gambaran bahwa ketertarikan terhadap dunia kopi tidak mengenal batas usia. (Acr)
Baca Juga:

Posting Komentar