Musim Kemarau, Tangkapan Tongkol Nelayan Pacitan Melimpah
![]() |
| Nelayan Pacitan menunjukkan hasil tangkapan ikan setelah melaut pada Rabu malam, 23 September 2026. (Foto: Acir Hernowo) |
PACITAN, DAILYPUBLIK.COM - Musim kemarau dengan kondisi cuaca laut yang mulai bersahabat membawa berkah bagi nelayan tradisional di Kabupaten Pacitan. Sejumlah nelayan kembali melaut dan mendapatkan tangkapan ikan tongkol dalam jumlah cukup melimpah.
Salah satunya dialami Budi Bendol, nelayan asal Sirnoboyo, Pacitan. Pada Rabu malam, 23 September 2026, ia mendapatkan hasil tangkapan cukup banyak setelah jaring yang dipasangnya diterjang gerombolan ikan.
“Alhamdulillah mas, rezeki malam ini. Cuaca cerah, jaring diterjang rombongan tuna,” ujar Budi saat ditemui awak media.
Selain tongkol, ikan tombro dan banyar juga menjadi sasaran tangkapan nelayan pada musim kemarau.
Sebelum berangkat melaut, nelayan terlebih dahulu memantau kondisi cuaca, arah angin, serta tinggi gelombang melalui aplikasi informasi cuaca dan kondisi perairan yang tersedia di internet.
Jika kondisi dinilai memungkinkan, nelayan biasanya berangkat pada sore hari. Jaring kemudian dipasang di sejumlah titik yang dianggap berpotensi terdapat gerombolan ikan.
Hasil tangkapan yang diperoleh Budi selanjutnya disetorkan kepada pengepul ikan setempat. Ikan ditimbang, kemudian hasil penjualannya langsung dibayarkan kepada nelayan.
“Untuk hari ini kita belum tahu harganya. Kalau kemarin harganya Rp10 ribu,” katanya.
Budi mengatakan harga ikan di tingkat pengepul tidak selalu sama. Perubahan harga dipengaruhi banyak sedikitnya hasil tangkapan nelayan dan kondisi pasokan ikan pada hari tersebut.
“Habis kita kumpulkan ikan ini akan kita setor ke pengepul, lalu ditimbang dan dibayar. Untuk harga ya naik turun, mas. Tergantung ramai apa tidak. Kalau semua mendapatkan tangkapan banyak, biasanya harga di pengepul turun,” pungkasnya.
Melimpahnya tangkapan menjadi tambahan penghasilan bagi nelayan tradisional Pacitan.
Di sisi lain, hasil tangkapan tersebut juga turut memasok kebutuhan ikan masyarakat setempat. (Acr)
Baca Juga:

Posting Komentar