Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China

PACITAN, DAILYPUBLIK.COM - Kisah Nanda Wahyu Novita menjadi cerita tentang perjuangan mengejar pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Alumni SMA 271 Pacitan itu berhasil diterima di Lishui University, China, melalui program beasiswa.

Nanda merupakan putri Astuti (58), seorang penjual nasi goreng. Sejak suaminya meninggal dunia, Astuti membesarkan Nanda seorang diri.

Kondisi ekonomi keluarga yang sederhana tidak membuat Nanda menyerah pada keadaan.

Ia tetap tekun belajar dan berusaha meraih prestasi hingga akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di China.

Di tengah kesibukan mengejar pendidikan, Nanda juga terbiasa membantu ibunya berjualan nasi goreng.

Setiap hari, ia membantu menyiapkan dagangan. Saat malam tiba, Nanda kembali membantu Astuti melayani pembeli nasi goreng.

Astuti menyebut putrinya sebagai sosok yang rajin, sederhana, dan tidak pernah gengsi menjalani kehidupan sehari-hari.

“Iya mas, dia itu anaknya rajin dan tidak gengsian,” ujar Astuti saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Senin (21/9/2026).

Bagi keluarga, diterimanya Nanda di Lishui University menjadi kabar yang membanggakan sekaligus mengharukan.

Astuti mengaku tidak menyangka perjuangan putrinya berujung pada kesempatan mendapatkan beasiswa kuliah di China.

“Ya kami bangga mas, mengingat berangkat dari keluarga sederhana yang bertekad ingin menggapai cita-cita. Perasaan keluarga campur aduk, kita juga nggak nyangka bisa diterima beasiswa ke salah satu perguruan tinggi China,” ungkapnya.

Menurut Astuti, perjalanan Nanda juga mendapat dorongan dari Citra Yulia Margareta serta dukungan keluarga.

Astuti berharap kesempatan kuliah di China menjadi jalan bagi Nanda untuk terus berprestasi. Ia juga ingin putrinya dapat membawa nama baik sekolah dan daerah asalnya.

“Semoga ke depannya mampu membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Indonesia,” harap Astuti.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Citra Yulia Margareta, seorang pengusaha muda yang menurutnya ikut memberikan dukungan terhadap perjuangan pendidikan Nanda.

“Terima kasih buat Bu Citra Yulia Margareta atas dukungannya untuk anak kami bisa kuliah ke China. Mudah-mudahan nanti ada lagi anak muda yang bisa kuliah lagi ke China berkat dukungan dari Ibu Citra Yulia Margareta dan keluarganya,” pungkasnya.

Perjalanan Nanda menunjukkan bagaimana pendidikan tetap bisa diperjuangkan meski berasal dari keluarga sederhana.

Dari membantu ibunya berjualan nasi goreng di Pacitan, kini ia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di China melalui beasiswa. (Acr)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China
  • Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China
  • Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China
  • Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China
  • Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China
  • Kisah Nanda, Anak Penjual Nasi Goreng Pacitan yang Diterima Kuliah di China

Posting Komentar