Wamendiktisaintek: Kampus Harus Hadir Menjawab Masalah Masyarakat
![]() |
| Wamendiktisaintek Fauzan melepas 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta. (Foto: Dokumentasi Tim Ekspedisi Patriot) |
JAKARTA, DAILYPUBLIK.COM - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan perguruan tinggi perlu memperkuat perannya dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, termasuk di kawasan transmigrasi.
Melalui Program Tim Ekspedisi Patriot 2026, ribuan mahasiswa akan diterjunkan untuk mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, dan menyusun solusi berbasis riset guna mendukung pembangunan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Fauzan saat melepas 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, perguruan tinggi tidak seharusnya menjadi institusi yang terpisah dari kehidupan masyarakat, melainkan menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.
"Kampus bukan sekadar ruang yang dibatasi tembok, tetapi harus hadir di tengah kehidupan masyarakat. Kami siap memperkuat konsorsium perguruan tinggi di daerah untuk membantu menyelesaikan persoalan spesifik di kawasan transmigrasi," ujar Fauzan.
Ia menjelaskan, keterlibatan perguruan tinggi tersebut dijalankan melalui paradigma Perguruan Tinggi Berdampak, yakni pendekatan yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai mitra pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Dalam skema ini, akademisi dan mahasiswa akan bekerja bersama melalui konsorsium perguruan tinggi untuk melakukan pemetaan potensi wilayah, mengidentifikasi tantangan lokal, serta menyusun rekomendasi berdasarkan hasil penelitian empiris.
Menurut Fauzan, Indonesia memiliki modal sumber daya manusia yang besar untuk mendukung upaya tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 4.460 perguruan tinggi, lebih dari 303.000 dosen, serta hampir 10 juta mahasiswa yang dinilai dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan.
Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan, tetapi juga melahirkan inovasi dan model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di kawasan transmigrasi.
Dengan demikian, hasil kerja perguruan tinggi diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.
Kehadiran mahasiswa dan akademisi di lapangan juga diharapkan menjadi penghubung antara hasil riset, perkembangan teknologi, dan kebutuhan riil masyarakat sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kondisi setiap daerah.
(MAL/Fa)
Baca Juga:

Posting Komentar