Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima

Rutan Kelas IIB Ponorogo bersama BRI KCP Kota Ponorogo memperkuat kompetensi petugas melalui sosialisasi public speaking dan service excellent untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Foto: Humas Rupon)

PONOROGO, DAILYPUBLIK.COM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo meningkatkan kompetensi petugas dalam berkomunikasi dan memberikan pelayanan publik melalui sosialisasi public speaking dan service excellent, Jumat (21/8/2026). 

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kota Ponorogo dan diikuti seluruh staf Rutan Ponorogo.

Kegiatan berlangsung di Ruang Kunjungan Rutan Ponorogo dengan menghadirkan Supervisor Operasional Layanan BRI KCP Kota Ponorogo, Rinto Sugiharto, sebagai pemateri.

Materi yang diberikan mencakup teknik komunikasi efektif serta prinsip pelayanan prima dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Rinto menjelaskan, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, percaya diri, dan mudah dipahami menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.

Menurut dia, komunikasi yang baik dapat membantu petugas membangun hubungan yang lebih positif dengan pengguna layanan.

Salah satu materi yang ditekankan adalah penggunaan tiga kata sederhana dalam komunikasi sehari-hari, yakni “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”.

Ketiganya diperkenalkan sebagai bagian dari magic words yang dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih santun dan menghargai lawan bicara.

Kata “maaf” mencerminkan kesediaan mengakui kesalahan, “tolong” menunjukkan penghargaan ketika meminta bantuan, sedangkan “terima kasih” merupakan bentuk apresiasi atas bantuan atau pelayanan yang diterima.

Kebiasaan tersebut dinilai dapat mendukung terciptanya interaksi yang lebih positif dalam pelayanan publik.

Selain komunikasi, peserta mendapatkan materi mengenai service excellent atau pelayanan prima. Prinsip tersebut mencakup pelayanan yang ramah, responsif, profesional, serta memperhatikan pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan.

“Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menyelesaikan kebutuhan masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita berkomunikasi dan memberikan kesan yang baik. Hal-hal sederhana seperti mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih dapat menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang humanis,” kata Rinto.

Pembekalan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Rutan Ponorogo untuk menerapkan teknik komunikasi dan prinsip pelayanan prima dalam sejumlah situasi pelayanan.

Melalui praktik tersebut, petugas dapat menguji penerapan materi dalam konteks pelayanan yang mereka jalankan sehari-hari.

Pendekatan ini diharapkan membantu peserta tidak hanya memahami konsep komunikasi dan pelayanan prima, tetapi juga menerapkannya ketika berhadapan dengan masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo Muhammad Agung Nugroho mengatakan peningkatan kualitas pelayanan perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan petugas.

Menurut dia, prosedur pelayanan harus berjalan beriringan dengan cara petugas berkomunikasi dan memperlakukan masyarakat.

“Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh prosedur, tetapi juga bagaimana petugas berkomunikasi dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh jajaran semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan humanis,” ujarnya.

Agung berharap pembekalan tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, terutama pada titik layanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Dengan demikian, peningkatan kompetensi petugas dapat berkontribusi terhadap kualitas pelayanan di Rutan Ponorogo.

Kerja sama dengan BRI KCP Kota Ponorogo dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Ponorogo memperluas pembelajaran mengenai standar komunikasi dan pelayanan.

Materi kemudian diarahkan pada praktik agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di lingkungan Rutan.

Rutan Ponorogo menargetkan kemampuan komunikasi dan penerapan pelayanan prima menjadi bagian dari kebiasaan kerja petugas. Pelayanan yang profesional tidak hanya ditopang oleh aturan dan prosedur, tetapi juga oleh kemampuan petugas memberikan informasi secara jelas, bersikap responsif, serta menghormati masyarakat yang menggunakan layanan. (Hms/Red)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima
  • Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima
  • Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima
  • Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima
  • Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima
  • Rutan Ponorogo Perkuat Kompetensi Petugas lewat Pelatihan Komunikasi dan Pelayanan Prima

Posting Komentar