Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari

Piala juara pertama Lomba Tiga Pilar Kamtibmas tingkat nasional 2026 dikirab keliling Kota Pacitan sebelum dibawa menuju Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. (Foto: Ist)

PACITAN, DAILYPUBLIK.COM - Piala Kapolri yang diraih Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, tidak langsung disimpan di kantor desa. Kamis (13/8/2026), piala juara pertama Lomba Tiga Pilar Kamtibmas tingkat nasional itu justru dibawa berkeliling Kota Pacitan.

Kirab tersebut bukan sekadar seremoni untuk merayakan kemenangan. Ada pesan yang ingin ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pacitan: menjaga keamanan desa membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan aparat.

Piala juara nasional itu diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pacitan oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Dari pusat pemerintahan kabupaten, rombongan kemudian berkeliling Kota Pacitan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Nogosari.

Prestasi Nogosari lahir dari kolaborasi tiga unsur utama di tingkat desa, yakni pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Karena itu, kemenangan tersebut tidak hanya merepresentasikan keberhasilan sebuah desa dalam perlombaan. Penghargaan itu juga menjadi gambaran bagaimana sinergi pemerintah desa, aparat keamanan, dan warga dapat membangun lingkungan yang kondusif.

Bupati Indrata Nur Bayuaji memberikan apresiasi kepada jajaran tiga pilar Desa Nogosari serta seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian tersebut.

“Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo serta Kabupaten Pacitan,” kata Indrata.

Menurutnya, capaian Desa Nogosari dapat menjadi contoh bagi desa lain di Pacitan. Terutama dalam membangun pola kerja bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Apel pemberangkatan kirab turut dihadiri Wakil Bupati Pacitan, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Kirab kemudian bergerak menuju Desa Nogosari. Piala dari Kapolri tersebut akhirnya kembali ke desa yang mengantarkan Pacitan menjadi juara di tingkat nasional.

Bagi Nogosari, piala itu bukan sekadar simbol kemenangan. Di baliknya terdapat pesan bahwa keamanan yang kuat dibangun dari kedekatan aparat dengan masyarakat serta koordinasi yang berjalan di tingkat paling bawah.

Prestasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi Desa Nogosari untuk menjadi rujukan bagi desa-desa lain dalam memperkuat kolaborasi tiga pilar Kamtibmas.

Dengan cara itu, kemenangan Nogosari tidak berhenti pada sebuah perlombaan. Piala nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan praktik kerja bersama desa kepada masyarakat Pacitan secara lebih luas. (Rls/Acr)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari
  • Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari
  • Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari
  • Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari
  • Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari
  • Piala Kapolri Dibawa Keliling Pacitan, Ada Pesan di Balik Kemenangan Nogosari

Posting Komentar