Menembus Medan Sulit, Polri Hadir untuk Warga Nagekeo
![]() |
| Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas menembus medan sulit untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa. (Foto: Ist) |
NAGEKEO, DAILYPUBLIK.COM - Akses sulit akibat longsoran dan belum adanya jembatan tidak menghalangi Polri menjangkau warga terdampak gempa bumi 7,7 SR di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama Tim Gabungan Satgas menyalurkan bantuan dari Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kepada warga Desa Wajomara dan Kampung Natakupe, Kecamatan Aesesa Selatan.
Gempa tidak hanya meninggalkan dampak bagi warga, tetapi juga memperberat akses menuju sejumlah wilayah terdampak.
Kondisi geografis berupa kawasan lembah, jalan yang dipenuhi longsoran baru, serta sungai tanpa jembatan menjadi tantangan yang harus dihadapi tim saat menuju lokasi.
Perjalanan menuju Kampung Natakupe menjadi salah satu titik paling sulit. Karena belum tersedia jembatan penghubung, rombongan harus menyeberangi sungai yang cukup luas.
Personel turun langsung ke sungai dan rela berbasah-basahan untuk memastikan bantuan dapat dibawa hingga ke tangan warga. Medan tersebut tidak membuat tim menghentikan perjalanan.
Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas memilih tetap bergerak menuju wilayah yang sulit dijangkau.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan masyarakat di kawasan terdampak tidak terputus dari pelayanan dan perhatian setelah bencana.
Bantuan dari Kapolda NTT kemudian diserahkan secara langsung kepada warga. Kedatangan rombongan disambut haru dan rasa syukur masyarakat yang menerima bantuan.
Bagi warga, kehadiran aparat tidak sekadar membawa bantuan. Kedatangan Kapolres Nagekeo dan personel Polri ke lokasi menjadi tanda bahwa masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapat perhatian di tengah situasi pascagempa.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan Bapak Kapolres Nagekeo yang sudah datang langsung ke tempat kami. Kami sangat terharu, karena kondisi jalan sulit, tetapi Bapak-bapak Polisi tetap datang untuk melihat dan membantu kami,” ungkap salah seorang warga.
Kondisi lapangan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan ke wilayah terdampak tidak selalu berhadapan dengan persoalan logistik semata.
Infrastruktur yang terbatas dan perubahan medan akibat bencana turut menentukan seberapa cepat bantuan dapat mencapai masyarakat.
Dalam situasi tersebut, personel Polri bersama Tim Gabungan Satgas harus menempuh jalan yang terjal, melewati kawasan yang terdampak longsor, hingga menyeberangi sungai tanpa jembatan.
Upaya itu sekaligus memperlihatkan pentingnya memastikan warga di wilayah terpencil tidak kehilangan akses terhadap bantuan ketika bencana menghambat mobilitas.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas menunjukkan komitmen untuk tetap menjangkau masyarakat terdampak.
Bagi warga di Desa Wajomara dan Kampung Natakupe, kehadiran langsung aparat menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri. (Hms/Red)
Baca Juga:

Posting Komentar