Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Memburu Lorong yang Belum Terpetakan di Perut Pacitan
![]() |
| Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah melepas Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 untuk menelusuri dan memetakan Goa Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo. (Foto: Ist) |
PACITAN, DAILYPUBLIK.COM - Peta bawah tanah Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya selesai. Di balik bentang kawasan karst yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekayaan alam daerah, masih terdapat lorong-lorong gua yang belum terpetakan dan biota yang belum terinventarisasi.
Ruang yang belum terungkap itu menjadi sasaran Ekspedisi Gahvara Yava 2026. Sekitar 100 penjelajah gua atau caver dari berbagai daerah mulai menelusuri Goa Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Senin (10/8/2026).
Ekspedisi berlangsung hingga 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dilepas Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah di Lapangan Kodim 0801 Pacitan dan dihadiri unsur Forkopimda serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Berbeda dari sekadar kegiatan penelusuran gua, ekspedisi ini membawa misi untuk memperbarui data mengenai sistem bawah tanah Luweng Ombo.
Tim akan melakukan pemetaan ulang, menelusuri kemungkinan adanya lorong baru, serta menginventarisasi biota yang hidup di dalam ekosistem gua.
Langkah tersebut penting karena kawasan karst tidak hanya menyimpan bentang alam di permukaan, tetapi juga memiliki sistem bawah tanah yang kompleks.
Lorong, ruang, aliran air, hingga organisme yang hidup di dalamnya menjadi bagian dari ekosistem yang belum seluruhnya terdokumentasikan.
Gagarin mengatakan, Pacitan memiliki kawasan karst dengan potensi speleologi yang besar.
Menurut dia, keberadaan gua-gua di bawah permukaan tanah menjadikan Pacitan sebagai salah satu kawasan yang penting untuk pengembangan ilmu speleologi di Indonesia.
"Kita menyadari kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya terungkap. Masih banyak lorong, ruang, dan keanekaragaman hayati yang menunggu untuk diungkap," kata Gagarin saat melepas ekspedisi, Senin (10/8/2026).
Hasil penelusuran diharapkan tidak berhenti pada temuan lorong atau ruang baru. Data yang diperoleh dapat menjadi dasar untuk memperbarui informasi mengenai jaringan gua sekaligus mengenali potensi keanekaragaman hayati di kawasan karst Pacitan.
Bagi kawasan yang memiliki banyak situs gua, pemetaan menjadi bagian penting dalam memahami karakter ruang bawah tanah.
Informasi tersebut juga dapat menjadi pijakan untuk menentukan langkah pengelolaan dan perlindungan kawasan agar eksplorasi tidak mengabaikan keberlanjutan ekosistem.
Selama sepekan, para caver akan menghadapi karakter medan vertikal Goa Luweng Ombo sekaligus mendokumentasikan temuan yang diperoleh selama penelusuran.
Ekspedisi Gahvara Yava 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi perjalanan menuju ruang yang gelap di bawah permukaan tanah.
Kegiatan ini menjadi upaya memperbarui pengetahuan tentang bagian Pacitan yang selama ini belum sepenuhnya terlihat di permukaan.
(Rls/Acr)
Baca Juga:

Posting Komentar