Bukan Sekadar Kemah, 558 Siswa SMKN 1 Pacitan Belajar Mandiri
![]() |
| Suasana bumi perkemahan SMKN 1 Pacitan. (Foto: Ist) |
PACITAN, DAILYPUBLIK.COM - Perkemahan yang digelar SMKN 1 Pacitan pada 13–15 Agustus 2026 tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65.
Bagi 558 siswa kelas X, kegiatan tersebut menjadi pengalaman awal untuk belajar mengurus kebutuhan sendiri sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Perkemahan yang berlangsung di halaman Kampus Barat SMKN 1 Pacitan itu mempertemukan siswa baru dalam situasi yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di ruang kelas.
Mereka dituntut terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, mulai dari menyiapkan kebutuhan konsumsi hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala SMKN 1 Pacitan Joko Supriyadi mengatakan, salah satu bentuk pembelajaran dalam kegiatan tersebut terlihat dari cara peserta memenuhi kebutuhan makan selama perkemahan.
Siswa membawa bahan makanan dari rumah, kemudian mengolah dan memasaknya bersama di lokasi kegiatan. Menurut Joko, aktivitas sederhana itu diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian sekaligus membangun kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan.
“Ini juga bertujuan melatih karakter anak agar lebih kuat serta mandiri, juga peka terhadap sesama dan lingkungan,” kata Joko saat ditemui, Jumat (14/8/2026).
Pembelajaran tidak berhenti di lingkungan sekolah. Peserta juga mengikuti kegiatan bersih pantai.
Aktivitas tersebut memberi pengalaman kepada siswa bahwa kegiatan kepramukaan tidak semata-mata berkaitan dengan keterampilan berkemah, tetapi juga menyentuh persoalan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi siswa kelas X yang baru memasuki lingkungan SMKN 1 Pacitan, pola kegiatan semacam itu sekaligus menjadi kesempatan membangun relasi dengan teman-teman baru. Mereka menjalani aktivitas bersama sejak pagi hingga malam selama tiga hari.
Kegiatan tersebut didampingi sekitar 70 pembina yang terdiri atas guru dan alumni SMKN 1 Pacitan. Keterlibatan alumni memperluas peran perkemahan sebagai ruang pembelajaran lintas generasi di lingkungan sekolah.
Joko menyebut perkemahan tersebut juga berkaitan dengan program pemerintah daerah “Ayo Pramuka”. Namun, di tingkat sekolah, kegiatan itu diarahkan agar nilai-nilai kepramukaan dapat dirasakan langsung melalui pengalaman, bukan hanya disampaikan sebagai materi.
“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi siswa,” ujar Joko.
Dengan demikian, peringatan Hari Pramuka di SMKN 1 Pacitan tidak berhenti pada seremoni.
Selama tiga hari, siswa kelas X ditempatkan dalam situasi yang mendorong mereka mengambil peran, bekerja bersama, mengelola kebutuhan sederhana, serta berhadapan langsung dengan persoalan kebersihan lingkungan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses awal pembentukan karakter siswa setelah mereka memasuki jenjang pendidikan baru. (Acr/Red)
Baca Juga:


Posting Komentar