Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri

Wakapolres Ende Kompol Ahmad beserta jajaran, menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak gempa di Kampung Tanda Bheza, Desa Kerirea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende. (Foto: Ist)

ENDE, DAILYPUBLIK.COM - Kepedulian Polri terhadap warga terdampak gempa Flores tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Polres Ende juga turun langsung melihat kondisi warga di Kampung Tanda Bheza, Desa Kerirea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Kamis, 20 Agustus 2026.

Langkah itu dilakukan lima hari setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Selain memastikan bantuan diterima warga, jajaran Polri ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat dan dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana.

Bantuan dari Kapolda NTT dan Kapolres Ende diserahkan langsung oleh Wakapolres Ende Kompol Ahmad, S.H., sekitar pukul 12.30 Wita.

Ia didampingi Kasat Narkoba Polres Ende, Kapolsek Nangapanda, serta KBO Satintelkam Polres Ende.

Bantuan Kapolda NTT diberikan kepada 50 warga berupa 50 bingkisan dan 25 dus air kemasan.

Sementara bantuan dari Kapolres Ende juga diberikan kepada 50 warga dalam bentuk 50 bingkisan dan 25 dus air kemasan.

Secara keseluruhan, Polri menyalurkan 100 bingkisan dan 50 dus air kemasan kepada 100 warga terdampak gempa.

Namun, agenda tersebut tidak hanya berisi penyerahan paket bantuan. Kompol Ahmad menyempatkan diri mengunjungi rumah Lasianus Satu, salah satu warga terdampak gempa.

Rumah permanen milik Lasianus mengalami kerusakan berat pada bagian dinding dalam rumah yang belum diplester akibat gempa. Kondisi itu memperlihatkan secara langsung dampak bencana yang masih dirasakan warga.

“Kami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Polri akan terus berkoordinasi dan hadir memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Kompol Ahmad.

Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi pascabencana.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak gempa. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga dan menjadi penyemangat bagi masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana,” ujar Kompol Ahmad.

Kehadiran personel Polri di Desa Kerirea sekaligus menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan warga secara langsung.

Pendekatan tersebut penting dalam situasi pascabencana karena kebutuhan masyarakat tidak selalu berhenti pada bantuan logistik.

Kompol Ahmad menegaskan Polri akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, khususnya selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

Atas bantuan tersebut, Sekretaris Desa Kerirea yang mewakili pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Kapolda NTT, Kapolres Ende, dan seluruh personel Polri yang telah memberikan perhatian kepada warga terdampak gempa.

Kegiatan penyerahan bantuan sosial berakhir sekitar pukul 13.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri
  • Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri
  • Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri
  • Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri
  • Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri
  • Bukan Sekadar Bantuan, Polri Pastikan Warga Kerirea Tak Sendiri

Posting Komentar