Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua

Dua peserta termuda Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi menjalankan pendampingan masyarakat di kawasan transmigrasi Papua melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan warga. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, DAILYPUBLIK.COM – Dua mahasiswa menjadi peserta termuda dalam Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi yang bertugas di kawasan transmigrasi Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, dan Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, keduanya berupaya mendukung pengembangan kawasan transmigrasi dengan membangun komunikasi, memahami budaya lokal, serta menggali potensi ekonomi bersama warga.

Program tersebut menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya pembangunan kawasan transmigrasi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat.

Kehadiran peserta di lapangan diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara masyarakat transmigran dan warga lokal.

Salah satu peserta, Dania Putri Paramitha (21), mahasiswa Universitas Diponegoro, menjalankan penugasan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Menurutnya, pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai keberagaman budaya serta dinamika kehidupan di kawasan transmigrasi.

Dania mengatakan, motivasinya mengikuti Ekspedisi Patriot berangkat dari keinginan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara langsung sekaligus berkontribusi dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

"Saya ingin mengenal lebih dalam mengenai keberagaman budaya dan kehidupan sosial yang terbentuk dari interaksi antara transmigran dengan masyarakat lokal di Senggi. Selain itu, saya juga ingin berpartisipasi dalam akselerasi transformasi transmigrasi di Indonesia," ujarnya.

Selama menjalankan penugasan, Dania menilai kontribusi tidak selalu diwujudkan melalui program berskala besar.

Membangun komunikasi dengan warga, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memahami persoalan yang dihadapi menjadi langkah awal dalam menyusun solusi yang sesuai dengan kondisi setempat.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

"Saya berharap, kepulangan saya dari Senggi nantinya tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga meninggalkan kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Semangat serupa ditunjukkan Intan Mareta Wahyudiyanti (20), mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang kembali dipercaya mengikuti Ekspedisi Patriot setelah sebelumnya bertugas di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Bagi Intan, pengalaman pada penugasan sebelumnya mengubah pandangannya terhadap kawasan transmigrasi.

Ia menilai potensi suatu daerah akan lebih mudah dipahami melalui interaksi langsung dengan masyarakat dibandingkan hanya berdasarkan informasi yang diperoleh dari luar.

"Saya ingin turut mengembangkan potensi yang dimiliki kawasan tersebut, mendampingi masyarakat, serta berkolaborasi dalam menciptakan program yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," ujarnya.

Menurut Intan, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.

Upaya tersebut dapat dimulai dengan mendengarkan kebutuhan warga, mengembangkan potensi lokal, serta mendorong tumbuhnya kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Ia juga menilai pendekatan yang dilakukan generasi muda mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

"Menariknya, warga lokal sering kali lebih terbuka, percaya, dan merasa nyaman berdialog dengan anak muda yang datang dengan semangat merangkul. Melalui pendekatan yang segar, adaptif, dan penuh empati, generasi muda dalam Tim Ekspedisi Patriot bukan sekadar pengabdi, melainkan katalisator perubahan yang mampu membuka potensi kawasan transmigrasi menuju kemandirian," kata Intan.

Bagi kedua mahasiswa tersebut, Ekspedisi Patriot menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman di lapangan. Program ini juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan kawasan transmigrasi melalui kolaborasi bersama masyarakat.



(Ar/Fa/Red)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua
  • Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua
  • Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua
  • Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua
  • Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua
  • Ekspedisi Patriot Libatkan Mahasiswa Muda Perkuat Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua

Posting Komentar