Baru Menjabat Sekitar 45 Hari, Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan
![]() |
| Nanik Sudaryati Deyang. |
JAKARTA (Dailypublik.com) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjabat sekitar 45 hari. Pengunduran diri tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto karena Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengatakan keputusan itu diambil semata-mata atas pertimbangan kesehatan. Menurut dia, Presiden telah menerima pengunduran diri tersebut agar Nanik dapat memprioritaskan proses pengobatannya.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Dirgayuza dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).
Melalui akun media sosial pribadinya, Nanik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN. Ia menyebut kondisi kesehatannya menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan tersebut.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui," tulis Nanik.
Di tengah pergantian kepemimpinan itu, pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Untuk menghindari kekosongan kepemimpinan, Presiden melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan program MBG yang merupakan salah satu program strategis pemerintah. BGN memiliki peran penting dalam mengoordinasikan penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran di berbagai daerah.
Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai masa transisi kepemimpinan menjadi fase penting bagi BGN. Tantangan yang dihadapi antara lain menjaga kelancaran rantai pasok pangan, memastikan koordinasi antarinstansi tetap berjalan, serta mempertahankan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Latar belakang Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian dinilai dapat menjadi modal dalam memperkuat sinergi antara sektor produksi pangan dan kebutuhan program MBG. Namun, efektivitas kepemimpinan barunya akan bergantung pada kemampuan menjaga kesinambungan kebijakan yang telah berjalan.
Sementara itu, Nanik menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung upaya peningkatan gizi masyarakat meskipun tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN. Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak Istana, setelah kondisi kesehatannya pulih, Nanik diproyeksikan mengisi posisi di Dewan Pengawas BGN yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah.
Pergantian pimpinan BGN diharapkan tidak memengaruhi pelayanan kepada masyarakat, terutama kelompok penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Keberlanjutan program tersebut dinilai penting mengingat menyangkut pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok sasaran lainnya di berbagai wilayah Indonesia.
(Fa/Se)
Baca Juga:

Posting Komentar