Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan

Sebanyak 52 warga binaan Rutan Kelas IIB Ponorogo mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan 2026/2027. (Foto: Istimewa)

PONOROGO (Dailypublik.com) - Sebanyak 52 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo memulai perjalanan pendidikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Tahun Ajaran 2026/2027.

Langkah itu diawali dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di Aula Sasono Condrodimuko Rutan Ponorogo, Senin (20/7).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Kelas IIB Ponorogo, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ponorogo sebagai upaya memastikan hak pendidikan tetap dapat diakses oleh warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pembukaan MPLS dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo M. Agung Nugroho, A.Md.LP., S.H., Kepala SKB Ponorogo Suwadi, S.Pd., serta jajaran pamong belajar dan tenaga kependidikan SKB Ponorogo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan secara resmi membuka kegiatan MPLS Pendidikan Kesetaraan.

Kepala Rutan Ponorogo M. Agung Nugroho mengatakan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Karena itu, pihaknya terus membangun sinergi dengan berbagai pihak agar layanan pendidikan dapat diberikan secara berkelanjutan kepada warga binaan.

"Program pendidikan kesetaraan ini merupakan wujud komitmen kami dalam memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., mengapresiasi komitmen Rutan Ponorogo yang terus membuka akses pendidikan bagi warga binaan.

Menurutnya, pendidikan harus dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Sebagai penanda dimulainya proses belajar, kegiatan MPLS ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan.

Selanjutnya, para peserta mengikuti pengenalan lingkungan belajar, tata tertib, serta berbagai materi yang bertujuan membangun motivasi selama menempuh pendidikan kesetaraan.

Program ini diharapkan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Selain mendukung pembinaan kepribadian warga binaan, pendidikan kesetaraan juga menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mereka lebih siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan. (Hms/Red)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan
  • Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan
  • Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan
  • Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan
  • Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan
  • Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan, 52 Warga Binaan Ikuti Program Kesetaraan

Posting Komentar